KomenNews.com | Solok — Dari sebuah nagari yang asri di kaki perbukitan Kabupaten Solok, lahirlah seorang pria sederhana namun penuh tekad bernama Jasman. Ia berasal dari Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Sumatera Barat — tanah yang dikenal dengan adat, budaya, dan semangat rantau yang kuat mengalir dalam diri setiap anak nagari.
Lahir dari Suku Jambak dan bergelar adat Datuk Tunaro nan Gadang, Jasman tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Ia menikah dengan perempuan dari Suku Pinyalai, dan bersama sang istri dikaruniai tiga orang anak — dua putra dan satu putri — yang menjadi sumber semangat dan motivasi hidupnya.
Kehidupan di kampung halaman mengajarkan Jasman arti kerja keras, kebersamaan, dan pentingnya menjaga marwah keluarga. Namun, keterbatasan hidup membuatnya harus mengambil keputusan besar: merantau ke negeri seberang. Ia tinggalkan tanah kelahiran tercinta demi menjemput harapan dan memperjuangkan masa depan keluarga.
Perjalanan rantau itu membawanya ke Jakarta, kota megapolitan yang penuh tantangan. Di tengah kerasnya kehidupan ibu kota, Jasman menemukan jalannya sebagai seorang wartawan. Dunia jurnalistik mempertemukannya dengan berbagai kisah dan realita sosial, menuntutnya untuk selalu jujur, tegas, dan berpihak pada kebenaran.
Kini, Jasman resmi bergabung dengan media KomenNews.com, dan dipercaya memegang posisi sebagai Wartawan Liputan Nasional. Dalam tugasnya, ia kerap turun langsung ke lapangan, meliput berbagai peristiwa penting di tanah air, dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Dedikasinya di dunia pers membuatnya dikenal sebagai sosok yang berani, jujur, dan berkomitmen menjaga etika profesi.
Selain itu, Jasman juga aktif dalam dunia organisasi. Ia bergabung dengan MEDIA PWDPI (Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia) dan saat ini dipercaya memegang jabatan sebagai Wakil Panglima. Keaktifannya di organisasi ini menjadi wujud nyata dari semangatnya dalam memperjuangkan profesionalisme dan solidaritas antarjurnalis di Indonesia.
“Menjadi wartawan bukan sekadar menulis berita. Ini adalah panggilan hati untuk menyampaikan kebenaran, meski terkadang berhadapan dengan risiko dan tekanan,” ujarnya tegas dalam sebuah kesempatan.
Dari sosoknya, kita belajar bahwa keberhasilan tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi dari seberapa kuat seseorang bertahan dan tetap berpegang pada prinsip di tengah gelombang kehidupan. Jasman tetap dikenal sebagai pribadi rendah hati, disiplin, dan tidak melupakan akar budayanya sebagai anak Minang.
Kini, di sela kesibukannya meliput berita nasional di DKI Jakarta, Jasman tak pernah lupa untuk kembali ke kampung halaman setiap ada kesempatan. Ia percaya, sehebat apapun seseorang di rantau, nilai sejatinya tetap berasal dari nagari tempat ia dilahirkan.
“Jangan pernah takut merantau dan berjuang. Tapi ingat, di manapun kita berada, jangan tinggalkan jati diri dan nilai-nilai dari tanah asal. Karena dari sanalah kita berasal, dan ke sanalah kita akan pulang,” pesan Jasman penuh makna.
Kisah Jasman adalah potret nyata dari semangat anak rantau Minang — berani meninggalkan kenyamanan, menjemput mimpi di negeri orang, namun tetap membawa nama baik kampung halaman dalam setiap langkah.
Foto: Jasman, Datuk Tunaro nan Gadang — Wartawan Liputan Nasional KomenNews.com sekaligus Wakil Panglima MEDIA PWDPI, tetap teguh menjaga marwah anak nagari di tanah rantau.
(Redaksi)
Posting Komentar