Atas Dorongan Yudha Puja Turnawan, Sekda Libatkan Bank BJB dan BPR Garut Salurkan CSR

Komennews.com || Garut – Kepedulian terhadap nasib anak yatim kembali menjadi perhatian di Kabupaten Garut. Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, di Kantor Sekda Garut, Senin (23/2/2026).

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen penting. Pemerintah Kabupaten Garut akan mendorong kolaborasi pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu perbaikan rumah Ananda Hani Nurmayani, seorang anak yatim-piatu di Kecamatan Selaawi.

Yudha menjelaskan, Sekda Garut berkomitmen melibatkan pendanaan dari dana CSR, terutama dari Bank BJB dan BPR Garut, yang direncanakan mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan untuk memperbaiki rumah Ananda Hani.

Ananda Hani merupakan siswi kelas tiga di SDN 3 Selaawi, Kabupaten Garut. Ia telah kehilangan kedua orang tuanya—ayahnya meninggal dunia saat ia masih bayi, sementara ibunya wafat beberapa bulan lalu. Kini, ia tinggal di rumah dengan kondisi sangat tidak layak huni, jauh dari standar keamanan dan kenyamanan bagi seorang anak.

Menurut Yudha, kolaborasi pendanaan ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi masa depan Ananda Hani. Ia juga mendorong Pemerintah Desa Selaawi untuk memperkuat semangat gotong royong warga agar bersama-sama membangun kembali rumah yang layak bagi anak tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Sekda Garut Nurdin Yana. Inilah yang dibutuhkan hari ini—birokrasi yang hadir di tengah masyarakat dan responsif terhadap persoalan sosial, baik yang dihadapi lansia dhuafa maupun anak-anak yatim-piatu,” ujar Yudha.

Ia menegaskan, semangat kolaborasi antara wakil rakyat, birokrasi, dunia perbankan, dan masyarakat harus menjadi etos kerja bersama. Pemerintahan yang kuat bukan semata soal administrasi, melainkan tentang keberpihakan nyata dan solusi konkret bagi warga yang paling membutuhkan.

Di tengah berbagai tantangan sosial, langkah kecil namun bermakna ini menjadi cermin bahwa negara tidak boleh abai. Ketika birokrasi, legislatif, dan sektor swasta bersatu, harapan bagi anak-anak seperti Ananda Hani kembali tumbuh—menguatkan keyakinan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke sudut desa. (M.Fazar)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama