Waketum DPP PKP Jaisky Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Jabal Nur di Paninggahan



KomenNews.com || Solok, Sumatera Barat — Wujud kepedulian terhadap kampung halaman yang terdampak bencana banjir bandang, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKP, Jaisky, menyalurkan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk pembangunan Masjid Jabal Nur di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Masjid Jabal Nur dibangun sebagai pengganti Masjid Al Ikhlas yang sebelumnya hanyut dan roboh akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Kedatangan Waketum DPP PKP Jaisky, Minggu (01/02/2026), disambut hangat masyarakat setempat dan didampingi oleh Sekretaris Nagari Paninggahan, Juprizal, yang turut menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp2 juta untuk pembangunan masjid. Turut hadir pula Alek, tokoh pemuda, serta sejumlah tokoh masyarakat Nagari Paninggahan.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada panitia pembangunan Masjid Jabal Nur, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kehadiran langsung Waketum DPP PKP beserta rombongan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam membangun kembali rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat,” ujar perwakilan panitia masjid.

Dalam kesempatan tersebut, Jaisky menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap daerah asal yang tengah dilanda musibah. Ia berharap pembangunan masjid dapat segera rampung dan kembali menjadi pusat ibadah serta kebersamaan warga.

Usai penyerahan bantuan, Waketum DPP PKP Jaisky bersama rombongan juga meninjau langsung lokasi pembangunan Masjid Jabal Nur yang berada di Cacang Batua, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Kegiatan ini menjadi simbol solidaritas dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. (Jasman)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama